Senin, 14 Mei 2012

Makalah Informatika Farmasi (Aplikasi SIKDA)

SIKDA KABUPATEN PURWOREJO

PENDAHULUAN 
Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan komponen penting dalam berbagai bentuk organisasi, baik pada skala kecil maupun organisasi besar dengan berbagai kompleksitasnya. Melalui pengelolaan SIM secara baik, mulai dari perencanaan, implementasi hingga evaluasi, maka organisasi dapat melihat status kelembagaannya dari sudut pandang internal maupun eksternal dengan segala permasalahannya. SIM yang baik akan sangat membantu setiap tingkatan pengambilan keputusan untuk menentukan kebijakan terbaik yang berdasar kepada data dan informasi yang dibangun secara tepat, akurat, benar dan lengkap.

Meskipun SIM tidak identik dengan komputerisasi, namun perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dewasa ini memberi konstribusi yang signifikan bagi implementasi SIM secara lebih profesional. Implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam SIM menjadi salah satu solusi paling bijak yang dapat diambil. Ada beberapa isu penting yang mendorong penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam SIKDA, antara lain :
1. Pengambilan keputusan yang tidak dilandasi dengan informasi
2. Informasi yang tersedia tidak relevan
3. Informasi yang ada tidak dimanfaatkan oleh manajemen
4. Informasi yang tidak tepat waktu
5. Terlalu banyak informasi
6. Informasi yang tersedia tidak akurat
7. Adanya duplikasi data
8. Pemanfaatan data yang tidak fleksibel
Dengan implementasi SIKDA berbasis Teknologi Informasi, maka informasi menjadi aset organisasi yang sangat berharga karena melalui SIKDA organisasi dapat menguasai informasi internal dan eksternal sebagai salah satu keunggulan kompetitif. Informasi yang dihasilkan akan menentukan kelancaran dan kualitas kerja serta dapat digunakan sebagai ukuran kinerja organisasi.


SISTEM INFORMASI KESEHATAN DAERAH
Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) sebenarnya sudah mulai dikembangkan sejak dekade 80-an di beberapa institusi kesehatan seperti Puskesmas di Indonesia, termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, melalui pendekatan manajemen dan perkantoran. Mengingat Teknologi yang berkembang pada waktu itu, maka pendekatan yang digunakan adalah administratif manual sampai tahun 1990. Kemudian mulai tahun 1990 - 2000 dengan mengikuti perkembangan teknologi informasi SIKDA, Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo ikut berkembang dengan excel database.

Pada tahun 2000 dikembangkan aplikasi untuk menunjang manajemen kesehatan dengan sistem single user di dinas kesehatan kabupaten dan Puskesmas. Setelah sistem tersebut diterapkan muncul masalah, yaitu beban entri data tertumpu pada 1 orang petugas yang terjadi pada tahun 2000 sampai dengan 2001. Hal ini karena SDM yang menangani SIKDA belum cukup mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menjalankannya.

Setelah dilakukan evaluasi keseluruhan langkah selanjutnya adalah melakukan perbaikan-perbaikan agar informasi yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan dengan dilakukan komitmen bersama guna mengatasi permasalahan yang muncul, maka pada tahun 2002 dikembangkan aplikasi multi user berbasis web di dinas kesehatan dan setiap Puskesmas dengan dilengkapi sarana Local Area Network (LAN). Akses pengiriman data dari Puskesmas ke dinas kesehatan dengan memanfaatkan fasilitas telepon yaitu setelah entri data selesai data dikirim dengan dial-up, namun muncul masalah baru dimana ada 10 Puskesmas tidak mempunyai fasilitas jaringan telepon sehingga untuk pelaporan menggunakan disket. Hal ini menyebabkan munculnya masalah data tidak lengkap dan tidak tepat waktu.

Guna mengatasi permasalahan baru tersebut sejak tahun 2004 sampai 2010 dikembangkan jaringan intranet jajaran kesehatan dengan memanfaatkan teknologi wireless LAN, sedangkan sekarang sebagian memanfaatkan teknologi speedy (internet). Sedangkan untuk mengatasi permasalahan SDM dilakukan pelatihan dan bimbingan teknis.


SPESIFIKASI SISTEM
Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA) dibagi dalam 3 sub sistem dan beberapa modul di bawah sub sistem. Beberapa sub sistem mempengaruhi sub sistem lainnya, sehingga proses yang berjalan tergantung dari entri dan pengolahan data dari sub sistem sebelumnya. Namun demikian dimungkinkan diambil kebijakan by pass system untuk kondisi tertentu guna menjamin SIKDA tetap berjalan meskipun terjadi gangguan yang tidak diinginkan pada salah satu sub sistem.
Sistem pengelolaan user dilakukan secara bertingkat dengan pembagian group user sesuai dengan person dalam sistem, sehingga dapat diantisipasi overlapping fungsi setiap user. Sistem manajemen user secara bertingkat akan menentukan tanggung jawab terhadap suatu entri data dan distribusinya, sehingga hanya user yang benar-benar memiliki hak yang mampu mengakses data dan informasi secara proporsional. Interaksi user secara langsung terhadap data juga dibatasi, sehingga end user tidak akan bisa memanipulasi data base.
Adapun secara lengkap rancang bangun Sistem Informasi Kesehatan Daerah di Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo seperti diagram di bawah ini :
 

Pengembangan SIKDA saat ini akan difokuskan pada intergrasi Sistem Informasi Manajemen Pasien (SIM-Pasien), Sistem Informasi Manajemen Program (SPTP), Sistem Informasi Manajemen Obat (SIMO) dan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMKA).


SPESIFIKASI TEKNIS
SIMPUS merupakan aplikasi yang tidak berdiri sendiri, melainkan aplikasi terintegrasi. Aplikasi tersebut dapat beroperasi dalam jaringan online/offline dengan sistem intranet maupun internet (web based aplication), dengan platform dasar web base system (berbasis web), dengan spesifikasi teknis :
1. Perangkat lunak ini dapat dioperasikan pada sistem operasi MS Windows 95, 98, 2000 sampai versi terakhir.
2. Merupakan aplikasi perangkat lunak berbasis web yang dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman Active Server Page (ASP) atau PHP.
3. Dengan data base MY SQL atau SQL Server.
4. Client Server: penggolongan aplikasi ke dalam sisi client (user interface) dan sisi server (business process) secara terpisah, untuk memudahkan manajemen aplikasi dan pemeliharaan aplikasi.
5. Multi User: dapat dijalankan secara bersama-sama secara simultan sehingga lebih mempercepat proses transaksi.
6. Untuk menjamin keamanan sistem akan dilakukan metode dalam menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak, yaitu setiap user memilki identitas dan kata kunci.


PENUTUP
Dalam pembangunan sebuah aplikasi, yang perlu diperhatikan bukan hanya sistem serta bisnis proses (prosedur) saja yang dijalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, namun proses komunikasi dan koordinasi dalam sistem juga perlu diperhatikan sehingga terjadi sinkronisasi antara ketentuan yang berlaku, kebijakan yang diterapkan serta aktifitas yang dijalankan sehingga perlu kepemimpinan dan komitmen yang kuat disemua jenjang. Melalui pembangunan SIKDA yang handal, pimpinan mampu memantau pekerjaan bawahan secara lebih cepat dan detail, sehingga setiap keputusan yang diambil melalui proses yang tepat dan data yang benar akurat dan lengkap.


DAFTAR PUSTAKA
Buletin Jendela Data & Informasi Kesehatan Volume 3, triwulan III, 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar