Senin, 02 Juli 2012

Metode Inventori

COMBINATION OF ANNUAL, SCHEDULED AND PERPETUAL PURCHASING
Walaupun paling sederhana dengan menetapkan satu model kontrol inventori untuk semua obat, namun hal tersebut bukan solusi yang paling efektif. Sebuah tinjauan menyeluruh dari pilihan dapat mengungkapkan akan lebih baik untuk membeli obat setahun, misalnya, obat-obatan impor di negara di mana dievaluasi mata uang lokal mejadi masalah besar atau obat jarang digunakan. Obat lain yang mungkin paling efektif dibeli melalui pembelian terjadwal, misalnya obat yang relatif bergerak lambat tapi teratur digunakan. Obat volume besar dan sangat mahal paling efektif dibeli dengan model perpetual, jika logistiknya memungkinkan.

Analisis ABC dapat digunakan untuk menguji pengaruh variasi dalam frekuensi order pada nilai persediaan rata-rata untuk item kelas A, B dan C.
Meskipun biaya persediaan terendah rata-rata yang diperoleh dalam contoh dengan meningkatkan frekuensi pemesanan untuk semua kelas, hal ini dapat meningkatkan beban kerja pengadaan dan biaya pembelian secara signifikan, terutama jika tender formal diperlukan. Mengubah frekuensi tender untuk kelas barang A sampai dua kali, bukan sekali setahun dan jumlah pesanan dari dua belas bulan menjadi enam bulan, mengurangi nilai persediaan rata-rata hampir setengah, sementara tetap mempertahankan tingkat pelayanan yang diinginkan. Perubahan ini tidak harus meningkatkan biaya pembelian ke tingkat yang tidak dapat diterima (meskipun analisis total biaya variabel harus dilakukan untuk memeriksa dampak potensial). 
Dear (1990) membahas sebuah sistem pemesanan ulang yang dibangun berdasarkan analisis ABC, disebut ABC/FS. Item A, B dan C pada sistem tersebut dibagi menjadi tiga kategori, yaitu perputaran cepat (F), pergerakan lambat (S) dan tidak ada gerakan dalam satu tahun terakhir (Kelas C, dapat dipindahkan sebagai Kelas D untuk kategori stok mati). Menggunakan model campuran pembelian tahunan, terjadwal dan terus-menerus, bagian pengadaan dalam sistem ini berkonsentrasi pada item yang bergerak cepat dan mahal, yang memiliki dampak paling besar pada biaya persediaan. 
Klasifikasi vital (V) dan nonesensial (N) dapat dikombinasikan dengan ABC/FS. Misalnya, item Kelas A yang bergerak lambat dan tergolong obat penting (ASV) dapat diberikan safety stock yang lebih tinggi dibandingkan item Kelas A yang bergerak cepat dan golongan nonessential (AFN). Item AFN hanya untuk pasien tertentu sesuai kebutuhan, atau kelas C, lambat bergerak, barang yang tidak penting (CSN) mungkin dianggap untuk status nonstock dan seperlunya saja. Jelas, ada banyak cara untuk menggunakan kombinasi tahunan, jadwal dan pembelian perpetual, jika sistem suplai dapat mengelola fleksibilitas tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar