COMBINATION OF ANNUAL, SCHEDULED AND PERPETUAL PURCHASING
Walaupun paling
sederhana dengan menetapkan satu model
kontrol inventori untuk semua obat, namun hal tersebut bukan solusi yang
paling efektif. Sebuah tinjauan menyeluruh
dari pilihan dapat mengungkapkan akan lebih baik untuk
membeli obat setahun, misalnya, obat-obatan impor di negara di mana dievaluasi mata uang lokal mejadi masalah besar atau
obat jarang digunakan. Obat lain yang mungkin paling efektif dibeli melalui pembelian terjadwal, misalnya obat yang relatif
bergerak lambat tapi teratur digunakan. Obat volume besar dan sangat mahal paling efektif dibeli
dengan model perpetual, jika logistiknya memungkinkan.
Analisis
ABC dapat digunakan untuk menguji pengaruh variasi dalam frekuensi order pada
nilai persediaan rata-rata untuk item kelas A, B dan C.
Meskipun
biaya persediaan terendah rata-rata yang diperoleh dalam contoh dengan
meningkatkan frekuensi pemesanan untuk semua kelas, hal ini dapat meningkatkan
beban kerja pengadaan dan biaya pembelian secara signifikan, terutama jika
tender formal diperlukan. Mengubah frekuensi tender untuk kelas barang A sampai
dua kali, bukan sekali setahun dan jumlah pesanan dari dua belas bulan menjadi
enam bulan, mengurangi nilai persediaan rata-rata hampir setengah, sementara
tetap mempertahankan tingkat pelayanan yang diinginkan. Perubahan ini tidak
harus meningkatkan biaya pembelian ke tingkat yang tidak dapat diterima
(meskipun analisis total biaya variabel harus dilakukan untuk memeriksa dampak
potensial).
Dear (1990) membahas
sebuah sistem pemesanan ulang yang
dibangun berdasarkan analisis ABC, disebut ABC/FS. Item A, B dan C pada
sistem tersebut dibagi menjadi tiga
kategori, yaitu perputaran cepat (F), pergerakan
lambat (S) dan tidak
ada gerakan dalam satu tahun terakhir (Kelas C,
dapat dipindahkan sebagai Kelas
D untuk kategori stok mati). Menggunakan
model campuran pembelian tahunan, terjadwal
dan terus-menerus, bagian
pengadaan dalam sistem ini berkonsentrasi
pada item yang
bergerak cepat dan mahal, yang memiliki dampak
paling besar pada biaya persediaan.
Klasifikasi vital (V) dan nonesensial (N) dapat dikombinasikan dengan ABC/FS. Misalnya, item Kelas A yang bergerak lambat dan tergolong obat penting (ASV) dapat diberikan safety stock yang lebih tinggi
dibandingkan item Kelas A yang bergerak cepat dan golongan nonessential (AFN). Item AFN hanya untuk pasien tertentu sesuai kebutuhan, atau kelas C, lambat bergerak, barang yang tidak penting (CSN) mungkin dianggap untuk status nonstock dan seperlunya saja. Jelas, ada banyak cara untuk menggunakan kombinasi tahunan, jadwal dan pembelian perpetual, jika sistem suplai dapat mengelola fleksibilitas tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar